blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack
Status YM

search

Informasi

Untuk informasi lebih lengkapnya mengenai teknik sipil bisa hubungi saya lewat ym saya, ID:si_cow_mang

Kata kata bijak

Robert F. Kennedy

hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan

H. Jackson Brown, jr

Percayalah pada keajaiban tapi jangan bergantung kepadanya

Mohandas Gandhi

Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang dapat anda peroleh

John Dewey

Kita berfikir kalau kita terbentur suatu masalah

AristotelesE

Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis

Top Blogs

Rabu, 14 Oktober 2009

Perencanaan sistem distribusi air bersih

Perencanaan sistem distribusi air bersih



• Pipa transmisi : pipa yang berfungsi mengalirkan air dari sumber ke tempat pengolahan, reservoir atau ke pipa distribusi.
Pada pipa transmisi tidak ada pengambilan atau penyadapan air
• Pipa distribusi : pipa yang berfungsi mengalirkan air dari reservoir ke konsumen
• Sistem distribusi : sistem yang berkaitan dengan fasilitas menyeluruh untuk mensuplai air dari sumber/reservoir ke konsumen
Fasilitas yg dimaksud : pipa, asesoris pipa, pompa, reservoir
• Pipa induk distribusi : pipa utama untuk mendistribusikan air bersih dari reservoir distribusi ke daerah pelayanan melalui titik-titik penyadapan (tapping) sambungan sekunder.
• Pipa primer : pipa distribusi air utama pada daerah tertentu sampai ke pipa sekunder.
• Pipa sekunder : pipa distribusi yang dipergunakan untuk membagi air dari suatu wilayah pipa primer sampai ke pipa tersier.
• Pipa tersier : pipa distribusi yang langsung ke rumah-rumah konsumen
System dan waktu pengaliran
SISTEM
• Gravitasi : ekonomis
• Pemompaan : O/M pompa
• Kombinasi
WAKTU
• Continuos
• Intermitten
Keuntungan dan kelebihan ???
Sistem distribusi
Sistem Cabang (Branch System)
Cocok digunakan di daerah :
a. Perkembangan kota ke arah memanjang
b. Jaringan jalan tidak saling berhubungan
c. Topografi : kemiringan ke satu arah
Sistem Grid
Cocok digunakan di daerah :
a. Perkembangan kota ke segala arah
b. Jaringan jalan ke segala arah
c. Topografi : relatif datar
Komponen system distribusi
Pipa : a. Pipa primer/induk/supply main pipe
b. Pipa sekunder (arterial main pipe)
c. Pipa tersier
d. Pipa servis/pemberi air/service
connection
Jenis CIP, DIP, GIP, ACP, PVC
Diperhatikan : bahan pipa, kedalaman dan peletakan pipa
Pemasangan pipa air bersih dalam tanah:
– Jalur pipa dalam tanah harus ditanam dengan kedalaman 75 cm dengan lebar yang cukup untuk bekerja.
– Dasar galian harus dipadatkan sekaligus membuang benda-benda keras/tajam.
– Jika jalur pipa melewati batuan/karang, karang harus digali 15 cm lebih dalam dari elevasi dasar pipa yang akan ditanam kemudian diisi dengan tanah.
– Jika jalur pipa melewati jalan kendaraan, area parkir kendaraan, pipa harus diindungi dengan beton dengan perbandingan 1 : 2 : 4 setebal 15 cm di sekeliling pipa.
– Setiap belokan jalur pipa harus diberi alas beton (thrust block) minimum 90 cm sebelum dan 90 cm sesudah belokan.
– Setiap sambungan pipa harus dibiarkan terbuka selama tes tekanan.
Tambahan
• Gate valve : untuk mengontrol aliran pipa (menutup atau membagi aliran).
• Dipasang di titik persilangan, di sistem pengurasan, di pipa tekan setelah pompa dan check valve
Air release valve
• Untuk melepaskan udara dari dalam aliran air.
• Dipasang di jalur pipa tertinggi dan mempunyai tekanan lebih dari 1 atm (karena udara cenderung terakumulasi satu tempat)
Blow off pipe
• Untuk mengeluarkan kotoran2 mengendap dan air jika ada perbaikan
• Dipasang di tiap titik mati atau titik terendah dari suatu jalur pipa
Check valve
• Untuk menghindari pukulan akibat arus balik (water hammer) saat pompa mati.
• Dipasang bila pengaliran air menuju satu arah. Biasanya di pipa tekan di antara pompa dan gate valve.
Sambungan
• Bell spigot
• Bend
• Flange joint
• Increaser dan reducer
• Tee
Tapping band
Sambungan perpipaan
• Dengan pengelasan.
• Dengan ulir (threaded).
• Dengan flange.
Selain itu ada pula sambungan dengan solder, sambungan dengan lem, sambungan yang mudah dibuka.Konstruksi sambungan :
– Sambungan langsung (stub in).
– Sambungan dengan penguatan misal dengan pelana kuda (saddle).
– Sambungan dengan alat penyambung misal mengubah arah aliran (elbow, dsb) dan memperkecil pipa (reducer).
– Sambungan dengan menggunakan o’let. Sambungan ini lebih kuat dan lebih baik daripada pelana namun dari segi ekonomi lebih mahal.
Reservoir
• Untuk :
– Menyeimbangkan aliran air
– Menjaga tekanan
– Untuk kondisi darurat
• Dekat dengan konsumen.
• Muka air di reservoir diatur untuk pengaliran gravitasi dengan tekanan yang mencukupi.
Dua macam reservoir yakni reservoir bawah tanah (ground reservoir) umumnya dari beton dan reservoir atas (elevated reservoir) umumnya dari baja, plastik. Reservoir atas biasanya dibuat dengan alasan untuk menjaga head dalam sistem distribusi
Pompa
• Untuk mengalirkan air dari sumur/reservoir bawah, mengalirkan ke reservoir atas dan untuk meningkatkan tekanan di sistem distribusi.
• Jenis pompa :
– Pompa sentrifugal
– Pompa non dogging.
– Pompa submersible
– Pompa turbin.
Desain sistem distribusi secara garis besar :
1. Peta dengan kontur, lokasi jalan, tanah, kapling saat ini dan yad
2. Lokasi reservoir
3. Kebutuhan air
4. Ukuran pipa (tertentu yang tersedia di pasaran)
5. Lay out
6. Debit dan tekanan
7. Penyesuaian ukuran pipa
8. Menghitung ulang tekanan
9. Komponen-komponen distribusi
10. Gambar desain akhir
Perencanaan loop
1. Wilayah pelayanan : peta, jln, kontur dan kebutuhan airnya
2. Jalur pipa utama (mengikuti jalan raya dan tidak banyak asesoris)
3. Loop
4. No Node dan ketinggian
5. Arah aliran dan titik tapping ( penyadapan)
6. No pipa dan panjang pipa
7. Asumsi diameter pipa
8. Kecepatan dan head loss
9. Ketinggian reservoir
Parameter desain
• Kehilangan tekanan (head loss) : mayor losses dan minor losses.
• Kecepatan aliran
• Sisa tinggi tekanan
• Ketinggian reservoir
Kehilangan tekanan
Kehilangan tekanan dalam pipa terjadi akibat adanya friction antara fluida dengan fluida dan antara fluida dengan permukaan dalam pipa yang dilalui fluida. Kehilangan tekanan maksimum 10 m/1000 m kolom air
Head loss
• Mayor losses
Merupakan kehilangan tekanan yang terjadi di sepanjang pipa lurus
• Merupakan kehilangan tekanan yang terjadi di tempat yang memungkinkan adanya perubahan karakteristik aliran misalnya valve, belokan, sambungan dan asesoris lainnya.
Kecepatan aliran
• Nilai yang diijinkan V = 0,3 – 3 atau 6 m/det (tergantung jenis pipa).
• Apabila V < 0,3 m/det maka akan timbul endapan dan dalam perencanaan bila kecepatan rendah maka diameter pipa akan besar sehingga biaya akan boros. • Apabila V > 3 atau 6 m/det maka pipa akan aus dan menyebabkan headlossnya
Kecepatan
Dalam program akan terjadi trial error dimana bila terjadi :
• Kecepatan <0,3 m/det maka solusi yang bisa dipakai antara lain diameter pipa asumsi harus diperkecil. • Kecepatan >3 m/det maka solusi yang bisa dipakai antara lain diameter pipa asumsi harus diperbesar.
Sisa tinggi tekanan
Sisa tinggi tekanan minimal pada setiap titik dalam jaringan distribusi 10 m. Apabila kurang dari 10 m maka aliran tidak akan lancar. Cara untuk mengatasi apabila sisa tinggi tekanan < 10 m :
• Menaikkan elevated reservoir
• Pemasangan pompa
• Mengatur kecepatan aliran air dan headloss total
Dalam program dapat dicek dengan perhitungan
Tinggi (HGL) – Elevasi node (elevation)= Tinggi tekan (head pressure)

1 komentar:

Rahmi Imanda mengatakan...

artikel yang menarik, kami juga punya artikel tentang 'distribusi air' silahkan buka link ini
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/953/1/20406648.pdf
semoga bermanfaat ya

 

Ads

Powered by  MyPagerank.Net  free web counter Counter Powered by  RedCounter
Free scripts Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net