blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack
Status YM

search

Informasi

Untuk informasi lebih lengkapnya mengenai teknik sipil bisa hubungi saya lewat ym saya, ID:si_cow_mang

Kata kata bijak

Robert F. Kennedy

hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan

H. Jackson Brown, jr

Percayalah pada keajaiban tapi jangan bergantung kepadanya

Mohandas Gandhi

Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang dapat anda peroleh

John Dewey

Kita berfikir kalau kita terbentur suatu masalah

AristotelesE

Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis

Top Blogs

TATA CARA PERENCANAAN TANGKI SEPTIK DENGAN SISTEM RESAPAN

Selasa, 04 Mei 2010
Tata cara perencanaan tangki septik dengan
Sistem resapan . di maksudkan sebagai acuan
dan masukan bagi perencana dalam prosedure
pembangun tangki septik dengan sistem resapan
dengan ukuran dan batasan untuk menentukan
kebutuhan minimum fasilitas tangki septik dengan
sistem resapan pada kawasan permukiman.
Tata cara ini merupakan revisi SNI 03-2398-
1991 (Tata cara Perencanaan Tangki Septik),
yang direvisi atau ditambah dengan persyaratan
teknis ukuran tangki septik dan jarak minimum
terhadap bangunan .
Persyaratan teknis meliputi bahan bangunan
harus kuat, tahan terhadap asam dan kedap air;
bahan bangunan dapat dipilih untuk bangunan
dasar. Penutup dan pipa penyalur air limbah
adalah batu kali, bata merah, batako, beton
bertulang, beton tanpa tulang, PVC, keramik ,plat
besi, plastik dan besi.
Bentuk dan ukuran tangki septik disesuaikan
dengan Q jumlah pemakai, dan waktu
pengurasan. Untuk ukuran kecil (1 kk) dapat
berbentuk bulat Q 1,20 m dan tinggi 1,5 m.
Ukuran tangki septik sistem tercampur dengan
periode pengurasan 3 tahun (untuk 1 KK , ruang
basah 1,2 m3, ruang lumpur 0,45 m3, ruang
ambang bebas 0,4 m3 dengan Panjang 1,6 m,
Lebar 0,8m dan Tinggi 1,6 m) dan sistem terpisah
dengan periode pengurasan 3 tahun (untuk 2 KK ,
ruang basah 0,4 m3, ruang lumpur 0,9m3, ruang
ambang bebas 0,3 m3 dengan Panjang 1,6 m,
Lebar 0,8m dan Tinggi 1,3 m).
Pipa penyalur air limbah dari PVC, keramik atau
beton yang berada diluar bangunan harus kedap
air, kemiringan minimum 2 %, belokan lebih besar
45 % dipasang clean out atau pengontrol pipa dan
belokan 90 % sebaiknya dihindari atau dengan
dua kali belokan atau memakai bak kontrol.
Dilengkapi dengan pipa aliran masuk dan keluar,
pipa aliran masuk dan keluar dapat berupa
sambungan T atau sekat, pipa aliran keluar harus
ditekan (5 - 10 )cm lebih rendah dari pipa aliran
masuk . Pipa udara diameter 50 mm (2") dan
tinggi minimal 25 cm dari permukaan tanah.
Lubang pemeriksa untuk keperluan pengurasan
dan keperluan lainnya. Tangki dapat dibuat
dengan dua ruang dengan panjang tangki ruang
pertama 2/3 bagian dan ruang kedua 1/3 bagian.
Jarak tangki septik dan bidang resapan ke
bangunan = 1,5 m, ke sumur air bersih = 10 m
dan Sumur resapan air hujan 5 m.
Tangki dengan bidang resapan lebih dari 1 jalur,
perlu dilengkapi dengan kotak distribusi.

lebih lengkapnya download di sini
Read Full 8 komentar

TATA CARA PERENCANAAN BANGUNAN SEDERHANA TAHAN ANGIN

Dasar-dasar perencanaan rumah tahan angin meliputi masalah angin dan unsur-unsur
penting dalam perancangan. Pada dasarnya angin akan lebih cepat pergerakannya
apabila melalui daerah-daerah yang terbuka, sehingga kecepatan angin akan tinggi dan
daya dorongnya kuat. Tiupan angin akan berubah arah jika terhalang oleh bentuk
permukaan yang lebih tinggi. Tumbukan akan menimbulkan turbulensi dekat permukaan
benda penghalang sehingga kecepatan di tempat tersebut kadang-kadang bisa
meningkat. Apabila angin bertiup melalui suatu bangunan, maka gaya angin yang bekerja
dapat berupa tekanan positif dapat pula berupa tekanan negatif (isapan). Gaya angin
tergantung dari kecepatan angin dan arah angin serta bentuk bangunan.
Unsur-unsur penting dalam perancangan adalah lokasi bangunan, bentuk dan ukuran
bangunan, perencanaan struktur. Untuk mengurangi timbulnya kerusakan akibat angin,
lokasi pemukiman dan pola tata letak bangunan sebaiknya mengikuti pola pemukiman
yang menyebar, diberi penghijauan (pemukiman di daerah pantai). Bentuk bangunan
mempengaruhi besarnya tekanan angin. Semakin tinggi bangunan semakin besar
tekanan anginnya, sehingga kelangsingan bangunan perlu diperhatikan. Persyaratan
perencanaan struktur yaitu struktur bangunan ,struktur atap, dinding dan pondasi harus
kokoh untuk menahan pengaruh angin.
Persyaratan bagian-bagian konstruksi antara lain :
Atap seng/asbes gelombang harus terikat dengan baik ke gording. Pengikatan atap
terhadap gording dengan menggunakan plat atau paku . Atap genting diikat dengan
kawat setiap 5 jalur atap, tetapi dapat juga di paku bila tersedia lubang. Penutup atap dari
daun rumbia yang digunakan harus mempunyai ukuran yang merata dan penempatan
saling menutupi minimum 1/3 nya
Bentuk kuda-kuda terdiri dari kuda-kuda konvensional, kuda-kuda papan paku. Ukuran
gording ditentukan oleh jenis atap, kemiringan atap, kelas kayu , jarak kuda-kuda dan
jarak gording. Pada kuda-kuda konvensional ikatan angin dapat diikatkan pada batang
tepi atas kuda-kuda atau gording. Untuk kuda-kuda papan paku, ikatan angin harus
diikatkan pada gording.
Cara pengikatan dinding dengan tiang disesuaikan dengan bahan penutup dinding yang
dipakai (pa-pan, batako , conblock atau batu bata).
Pondasi yang digunakan dapat berbentuk pondasi setempat, pondasi menerus atau
pondasi tiang.

lebih lengkapnya download di sini
Read Full 0 komentar

TATA CARA PERANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN GEDUNG

RINGKASAN :
Beberapa hal yang diatur dalam Tata Cara Perancangan
Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung
adalah sebagai berikut:
· Perbandingan tingkat pencahayaan alami di dalam
ruangan dan pencahayaan alami pada bidang datar
di lapangan terbuka ditentukan oleh hubungan
geometris antara titik ukur dan lubang cahaya,
ukuran dan posisi lubang cahaya, distribusi terang
langit, dan bagian langit yang dapat dilihat dari titik
ukur.
· Sebagai langit perancangan ditetapkan: langit biru
tanpa awan atau langit yang seluruhnya tertutup
awan abu-abu putih.
· Titik ukur diambil pada suatu bidang datar yang
letaknya pada tinggi 0,75 m di atas lantai. Bidang
datar tersebut disebut bidang kerja.
· Setiap koridor atau gang dalam bangunan rumah
tinggal harus dapat menerima cahaya melalui luas
kaca sekurang-kurangnya 0,1 m2 .
· Penetapan nilai faktor langit, didasarkan atas
keadaan langit yang terangnya merata atau kriteria
langit perancangan untuk Indonesia yang
memberikan kekuatan pencahayaan pada titik di
bidang datar di lapangan terbuka sebesar 10.000
flux.
· Lubang cahaya efektif yang sama besarnya apabila
kedudukannya lebih ke samping dari bidang vertikal
yang lewat titik ukur dan tegak lurus pada bidang
lubang cahaya efektif, akan memberikan nilai faktor
langit pada titik ukur yang lebih kecil.
· Pengujian pencahayaan alami siang hari
dimaksudkan menguji dan menilai/memeriksa
kondisi pencahayaan alami siang hari. Pengujian
dilkukan dengan mengukur atau memeriksa tingkat
pencahayaan dan indeks kesilauan.

lebih lengkapnya download di sini
Read Full 0 komentar

TATA CARA PERANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN GEDUNG

Senin, 03 Mei 2010
Beberapa hal yang diatur dalam Tata Cara Perancangan
Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung
adalah sebagai berikut:
· Perbandingan tingkat pencahayaan alami di dalam
ruangan dan pencahayaan alami pada bidang datar
di lapangan terbuka ditentukan oleh hubungan
geometris antara titik ukur dan lubang cahaya,
ukuran dan posisi lubang cahaya, distribusi terang
langit, dan bagian langit yang dapat dilihat dari titik
ukur.
· Sebagai langit perancangan ditetapkan: langit biru
tanpa awan atau langit yang seluruhnya tertutup
awan abu-abu putih.
· Titik ukur diambil pada suatu bidang datar yang
letaknya pada tinggi 0,75 m di atas lantai. Bidang
datar tersebut disebut bidang kerja.
· Setiap koridor atau gang dalam bangunan rumah
tinggal harus dapat menerima cahaya melalui luas
kaca sekurang-kurangnya 0,1 m2 .
· Penetapan nilai faktor langit, didasarkan atas
keadaan langit yang terangnya merata atau kriteria
langit perancangan untuk Indonesia yang
memberikan kekuatan pencahayaan pada titik di
bidang datar di lapangan terbuka sebesar 10.000
flux.
· Lubang cahaya efektif yang sama besarnya apabila
kedudukannya lebih ke samping dari bidang vertikal
yang lewat titik ukur dan tegak lurus pada bidang
lubang cahaya efektif, akan memberikan nilai faktor
langit pada titik ukur yang lebih kecil.
· Pengujian pencahayaan alami siang hari
dimaksudkan menguji dan menilai/memeriksa
kondisi pencahayaan alami siang hari. Pengujian
dilkukan dengan mengukur atau memeriksa tingkat
pencahayaan dan indeks kesilauan.

selengkapnya download di sini
Read Full 0 komentar

TATA CARA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BANGUNAN RADIOLOGI Dl RUMAH SAKIT

Selasa, 27 April 2010
Unit Radiologi yang terdapat pada rumah sakit membutuhkan beberapa ruang utama yaitu
ruang penyinaran, ruang operator, kamar gelap, ruang sanitasi, ruang baca film dan ruang
perencanaan dosis. Selain ruang utama diperlukan pula ruang administrasi yang mencakup
antara lain ruang tata usaha, ruang tunggu pasien, ruang kerja dokter, dan lain sebagainya.
Lingkungan lokasi harus sesuai dengan peraturan-peraturan yang menyangkut keselamatan
dan kesehatan. Pembagian daerah aktivitas menurut tingkat radiasi dibagi atas tiga daerah
radiasi yaitu daerah radiasi rendah (dosis ekuivalen yang diterima tubuh < 0,1 rem/minggu).
daerah radiasi sedang (dosis ekuivalen yang diterima tubuh > 0,1 rem/minggu tetapi < 5 rem
/tahun) dan daerah radiasi tinggi (dosis ekuivalen yang diterima tubuh > 5 rem/tahun).' Ukuran
ruang minimum tergantung pada peralatan dan kenyamanan yang diperlukan. Untuk ruang
penyinaran agar dipenuhi ketinggian
jendela minimum, lantai harus mudah dibersihkan, persyaratan lapisan pintu untuk pesawat
sinar, sistem saklar interlock pada semua pintu masuk. pengamanan ambang pintu dari
hamburan radiasi, ketahanan terhadap penyinaran, perlindungan pada ventilasi luar atau AC,
penghalang untuk semua bukaan dan lubang-lubang pada perisai pelindung dan ruang terapi
dengan sistem TV terbatas.
Persyaratan struktur yang harus dipenuhi berkenaan dengan pondasi bangunan, gaya gempa,
mutu beton, baja tulangan, pasangan bata dan tebal dinding. Bahan bangunan dipilih yang
mudah dibersihkan, halus, keras. dan tidak porous, tahan terhadap pengaruh zat kimia, tidak
bereaksi secara kimiawi dan memenuhi persyaratan Sll. Utilitas seperti instalasi listrik, instalasi
penangkal petir, proteksi kebakaran, kelengkapan komunikasi, instalasi tata udara, instalasi
plumbing, instalasi lift dan penerangan harus tersedia cukup dan memenuhi persyaratan.
Limbah padat berupa sumber-sumber radiasi terbungkus yang tidak dipakai lagi harus
disimpan dalam suatu wadah dengan diberi lapisan pelindung radiasi yang memadai. Gudang
tempat penyimpanan limbah radioaktif harus dilengkapi dengan ventilasi dan instalasi tata
udara dan tebal dinding direncanakan sedemikian rupa sehingga laju penyinaran tidak
melebihi 10 rem/minggu.

lebih lengkapnya download di sini
Read Full 0 komentar

TATA CARA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BANGUNAN KEDOKTERAN NUKLIR Dl RUMAH SAKIT

Unit kedokteran nuklir umumnya terdapat di rumah sakit kelas A dan kelas B yang terdiri dari
beberapa ruang utama seperti ruang studio invivo, studio invitro, radioaktif,
perawatan/isolasi terapi, cuci dan dekontaminasi serta ruang pengelolaan limbah radioaktif.
Selain itu ada ruang administrasi seperti ruang tata usaha, tunggu pasien, dokter, sekretaris,
kepala unit kedokteran nuklir, pertemuan, lobby dan kamar kecil untuk tamu dan dokter.
Persyaratan lingkungan lokasi harus sesuai dengan peraturan-peraturan yang menyangkut
keselamatan dan kesehatan;
Pembagian daerah kerja didasarkan pada tingkat radiasi dan kontaminasi yang luasnya
bergantung pada sifat kegiatannya yaitu daerah kerja dibagi menjadi daerah tidak aktif yang
dinyatakan sebagai daerah aman dengan tingkat radiasi eksterna < 30 mrem dalam satu
minggu dan bebas kontaminasi, dan daerah tidak aktif yang dibagi dalam daerah radiasi
(radiasi rendah, sedang dan tinggi) dan kontaminasi (rendah, sedang dan tinggi); ukuran
ruang minimum tergantung pada peralatan yang
diperlukan dan kenyamanan gerak pemakai di dalam pengoperasiannya.
Perencanaan pondasi bangunan di dasarkan pada penyelidikan tanah dan peralatan yang
digunakan, perencanaan struktur memperhitungkan gaya gempa; mutu beton yang
digunakan minimal K 175 atau beton dengan kekuatan tekan karakteristik sebesar 175
kg/cm2 berdasarkan pedoman beton yang berlaku; mutu baja tulangan minimal Bjtp 24;
pasangan bata minimal bata kelas 100 dengan kuat tekan 100 kg/m2.
Sistem pengamanan limbah radioaktif antara lain;.
- Penampungan limbah cair : ditampung dengan tangki penampung dan diberi tanda yang
jelas dan diberi penahan radiasi; jumlah aktivitas dan jenis limbah yang ditampung
disalurkan. ditanam atau cara lain harus dicatat ;
- Penampungan limbah padat : tempat penampungan sampah radioaktif berupa long
tertutup; limbah padat yang mudah dibakar ditampung dalam kertas kedap air atau kantong
plastik tebal.

untuk lengkapnya download di sini
Read Full 0 komentar
 

Ads

Powered by  MyPagerank.Net  free web counter Counter Powered by  RedCounter
Free scripts Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net